RUMUS FUNGSI KUADRAT
2010
02.05
02.05
Persamaan kuadrat
adalah suatu persamaan polinomial berorde dua. Bentuk umum dari persamaan
kuadrat adalah
dengan
Huruf-huruf a, b dan c
disebut sebagai koefisien: koefisien kuadrat a adalah koefisien dari x2,
koefisien linier b adalah koefisien dari x, dan c adalah
koefisien konstan atau disebut juga suku bebas.
Arti nilai a, b, dan c
|
Variasi nilai a
|
Variasi nilai b
|
Variasi nilai c
|
Nilai-nilai a, b dan c
menentukan bagaimana bentuk parabola dari fungsi persamaan kuadrat dalam ruang xy.
- a menentukan seberapa cekung/cembung parabola yang dibentuk oleh fungsi kuadrat. Nilai a > 0 akan menyebabkan parabola terbuka ke atas, sedangkan nilai a < 0 akan menyebabkan parabola terbuka ke bawah.
- b menentukan kira-kira posisi x puncak parabola, atau sumbu simetri cermin dari kurva yang dibentuk. Posisi tepatnya adalah -b/2a.
- c menentukan titik potong fungsi parabola yang dibentuk dengan sumbu y atau saat x = 0.
Ilustrasi grafik-grafik persamaan
kuadrat dengan berbagai variasi nilai a. b dan c dapat
dilihat pada gambar di di atas.
Rumus kuadrat akar rumus abc
y = 0.75 (x + 3.333) (x – 6-000)
Rumus kuadrat dikenal pula dengan
nama ‘rumus abc karena digunakan untuk menghitung akar-akar persamaan
kuadrat yang tergantung dari nilai-nilai a, b dan c suatu
persamaan kuadrat. Rumus yang dimaksud memiliki bentuk
Rumus ini digunakan untuk mencari
akar-akar persamaan kuadrat apabila dinyatakan bahwa
Dari rumus tersebut akan diperoleh
akar-akar persamaan, sehingga persamaan semula dalam bentuk
dapat dituliskan menjadi
Dari persamaan terakhir ini dapat
pula dituliskan dua hubungan yang telah umum dikenal, yaitu
dan
Ilustrasi dapat dilihat pada gambar.
Diskriminan/determinan
Akar-akar dan nilai D.
Dalam rumus kuadrat di atas,
terdapat istilah yang berada dalam tanda akar:
yang disebut sebagai diskriminan
atau juga sering disebut determinan
suatu persamaan kuadrat. Kadang dituliskan sebagai D.
Suatu persamaan kuadrat dengan
koefisien-koefisien riil dapat memiliki hanya sebuah akar atau dua buah akar
yang berbeda, di mana akar-akar yang dimaksud dapat berbentuk bilangan riil atau kompleks. Dalam hal ini dikriminan
menentukan jumlah dan sifat dari akar-akar persamaan kuadrat. Terdapat tiga
kasus yang mungkin:
- Jika dikriminan bersifat positif, akan terdapat dua akar berbeda yang kedua-duanya merupakan bilangan riil. Untuk persamaan kuadrat dengan koefisien berupa bilangan bulat, apabila diskriminan merupakan suatu kuadrat sempurna, maka akar-akarnya merupakan bilangan rasional — sebaliknya dapat pula merupakan bilangan irrasional kuadrat.
- Jika diskriminan bernilai nol, terdapat eksak satu akar, dan akar yang dimaksud merupakan bilangan riil. Hal ini kadang disebut sebagai akar ganda, di mana nilainya adalah:
- Jika diskriminan bernilai negatif, tidak terdapat akar riil. Sebagai gantinya, terdapat dua buah akar kompleks (tidak-real), yang satu sama lain merupakan konjugat kompleks:
![]() |
dan
|
![]() |
Jadi akar-akar akan berbeda, jika
dan hanya jika diskriminan bernilai tidak
sama dengan nol, dan akar-akar akan bersifat riil,
jika dan hanya jika diskriminan bernilai tidak negatif.
Akar riil dan kompleks
Persamaan kuadrat dapat memiliki
sebuah akar (akar ganda) atau dua buah akar yang berbeda, yang terakhir ini
dapat bersifat riil atau kompleks bergantung dari nilai diskriminannya.
Akar-akar persamaan kuadrat dapat pula dipandang sebagai titik potongnya
dengan sumbu x atau garis y = 0.
Titik potong dengan garis y = d
Dengan cara pandang ini, rumus
persamaan kuadrat dapat digunakan apabila diinginkan untuk mencari titik potong
antara suatu persamaan kuadrat (
) dengan
suatu garis mendatar (
). Hal ini dapat
dilakukan dengan mengurangi persamaan kuadrat tersebut dengan persamaan garis
yang titik potong antar keduanya ingin dicari dan menyamakannya dengan nol.
Intepretasi yang sama pun berlaku,
yaitu bila:
- diskriminan
positif, terdapat dua titik potong antara
dan
, - diskriminan
nol, terdapat hanya satu titik potong antara
dan
, dan - diskriminan
negatif, tidak terdapat titik potong antara kedua kurva,
dan
.
Nilai-nilai y
Akar-akar suatu persamaan kuadrat menentukan
rentang x di mana nilai-nilai y berharga positif atau negatif.
Harga-harga ini ditentukan pula oleh nilai konstanta kuadrat a:
|
Harga-harga y
|
|||||||
|
|
|
||||||
|
|
|
|
|
|
|
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
dengan
merupakan
akar-akar persamaan kuadrat. Dalam tabel di atas, apabila
bersifat
kompleks, maka yang dimaksud adalah
(nilai riil)-nya.
Geometry
Untuk fungsi kuadrat:
f(x) = x2 − x − 2 = (x + 1)(x − 2), dengan variabel x adalah bilangan riil. koordinat-x dari titik-titik di mana kurva menyentuh sumbu-x, x = −1 dan x = 2, adalah akar-akar dari persamaan kuadrat : x2 − x − 2 = 0.
f(x) = x2 − x − 2 = (x + 1)(x − 2), dengan variabel x adalah bilangan riil. koordinat-x dari titik-titik di mana kurva menyentuh sumbu-x, x = −1 dan x = 2, adalah akar-akar dari persamaan kuadrat : x2 − x − 2 = 0.
Akar-akar dari persamaan kuadrat
dikarenakan akar-akar tersebut
merupakan nilai
yang memberikan
Jika a, b, dan c
adalah bilangan riil,
dan domain
dari
adalah himpunan
bilangan riil, maka pembuat nol dari
adalah eksak koordinat-x di saat titik-titik
tersebut menyentuh sumbu-x.
Mengikuti pernyataan di atas, bahwa
jika diskriminan berharga positif, kurva
persamaan kuadrat akan menyentuh sumbu-x pada dua buah titik (dua buah titik potong),
jika berharga nol, akan menyentuh di satu titik dan jika berharga negatif,
kurva tidak akan menyentuh sumbu-x.







